Dokter Wahidin Bukan Pendiri Budi Utomo
Oleh : Y. Sulistya Adventtyas, S.Pd
Membaca berita utama KR Sabtu, 22 Maret 2008 mengenai “Dokter Wahidin Bukan Pendiri Budi Utomo” dan didalamnya para ahli waris pendiri Organisasi Budi Utomo “menuntut” untuk diadakan pelurusan sejarah mengenai berdirinya Organisasi Budi Utomo sangat menarik perhatian saya untuk sedikit berkomentar guna menambah wawasan bersama menganai sejarah Organisasi pertama di Indonesia tersebut.
Sebagai seorang guru sejarah, saya jelas wajib memberikan materi pelajaran mengenai Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia yang didalamnya memuat materi mengenai Organisasi Budi Utomo. Secara khusus dalam tulisan ini saya sekedar mensharingkan apa yang selama ini saya sampaikan kepada peserta didik saya mengenai Organisasi Budi Utomo. Dan besar harapan saya apa yang saya lakukan ini juga dilakukan oleh teman-teman seprofesi saya ( guru sejarah ) ketika memberikan materi pelajaran kepada peserta didiknya. Sharing saya adalah sebagai berikut :
“Organisasi Budi Utomo merupakan organisasi pertama di Indonesia dan menjadi pelopor lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia. Organisasi ini mulai dirintis pada tanggal 20 Mei 1908 oleh sekelompok mahasiswa STOVIA ( School tot Opleiding van Indische Artsen ) atau Sekolah Kedokteran Pribumi/Jawa yang dipimpin oleh Sutomo. Sebagai “pendorong” semangat Sutomo dan kawan-kawannya untuk mendirikan Organisasi Budi Utomo adalah senior mereka yaitu dr. Wahidin Sudirohusodo yang ketika itu mencanangkan program “Studiefonds” (semacam beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu tetapi punya potensi yang baik ).
Akhirnya di ruang Anatomi Gedung STOVIA para mahasiswa STOVIA dibawah pimpinan Sutomo sepakat mendirikan Organisasi yang diberi nama Budi Utomo dan Sutomo diangkat sebagai ketuanya. Selain itu mereka juga mencanangkan bahwa Budi Utomo merupakan organisasi yang bersdifat sosial dan budaya serta bertujuan mencapai kemajuan dan meningkatkan derajad bangsa.
Dalam perkembangannya, pada bulan Oktober 1908 Budi Utomo melakukan Kongres di Yagyakarta ( menurut sumber sejarah yang ada tenpat pelaksanaan kongres tersebut sekarang tepatnya di komplek SMA 11 Yogyakarta ). Dalam kongres tersebut berhasil mencapai bebebrapa kesepakatan yaitu :
- Budi Utomo lepas dari kegiatan politk
- Arah kegiatan Budi Utomo dalam bidang sosial,budaya dan pendidikan
- Ruang gerak Budi Utomo sebatas wilayah Jawa dan Madura.
- R.T. Tirtokusumo ( Bupati Karanganyar ) dipilih sebagai Ketua Budi Utomo.
Mengapa Budi utomo tidak bergerak dalam bidang politik, padahal pada masa itu nuansa yang hangat adalah bidang politik ? Hal ini ditempuh oleh para mahasiswa STOVIA pendiri Budi Utomo dengan tujuan agar pemerintahan Belanda memberikan keleluasaan gerak terhadap Budi Utomo karena merupakan organisasi non-politik sehingga tidak akan membahayakan kedudukan Belanda di Indonesia.”
Jadi berdasarkan sharing mengenai proses penyampaian materi pelajaran sejarah Pergerakan Nasional Indonesia yang selama ini saya lakukan dapat kita simpulkan bahwa :
1. Organisasi Budi Utomo merupakan organisasi pertama di Indonesia dan memegang kunci utama munculnya pergerakan kebangsaan Indonesia .
2. Organisasi Budi Utomo didirkan oleh beberapa mahasiswa STOVIA ( School tot Opleiding van Indische Artsen ) atau Sekolah Kedokteran Pribumi/Jawa untuk menanggapi keinginan dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendirikan “studiefonds” atau “dana pelajar.”
3. Organisasi Budi Utomo pada awalnya merupakan organisasi elit daerah yaitu hanya menerima anggota para elit pelajar sebatas Jawa dan Madura, namun dalam perkembangannya khususnya setelah Sumpah Pemuda organisasi ini terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penutup: Jadi pada dasarnya dalam mempelajari Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia khususnya mengenai Organisasi Budi Utomo saya sebagai guru sejarah sejak dulu memang telah menyadari bahwa Organisasi Budi Utomo tersebut didirikan oleh sebagaian mahasiswa STOVIA yang pada waktu itu dipelopori oleh Sutomo. Sedangkan dari pihak dr. Wahidin Sudrohusodo sendiri berperan dalam membuka wawasan para “yuniornya” untuk lebih bersemangat dalam meningkatkan kemampuan intelektualnya yaitu dengan mencanangkan program “studiefonds.”
Demikian sharing dari saya, besar harapan saya semuanya ini mampu menambah wawasan kita bersama mengenai awal mula Bangsa Indoensia ini mengenal pentingnya intelektual dalam berbangsa dan bernegara.
Y. Sulistya Adventtyas, S.Pd
Munengan V Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta 55564
Tidak ada komentar:
Posting Komentar